19 April 2024

Hentikan Intimidasi dan Kekerasan terhadap Perempuan

Hari Kartini yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 4 April harus menjadi refleksi bersama untuk membangun peradaban yang maju dan sejahtera.
0Shares

Palembang – Hari Kartini yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 4 April harus menjadi refleksi bersama untuk membangun peradaban yang maju dan sejahtera.

Nyatanya, sampai sekarang masih terjadi intimidasi dan kekerasan yang dialami oleh perempuan. Salah satunya yang baru saja terjadi tindak penganiayaan pemukulan dengan tangan yang dilakukan oleh J beberapa hari lalu kepada Perawat Christina di RS Siloam Sriwijaya.

Dari sini, dapat dipahami bahwa perempuan rentan menjadi objek kekerasan di ruang lingkup terbuka. Tidak hanya itu, pelecehan secara verbal maupun fisik rentan dialami oleh Perempuan.

Desta Nurkhoiriyah, S.H.I, Jubir Prima Sumsel dan kader Suluh Perempuan mengungkapkan bahwasanya dalam konsepsi R.A Kartini sangat menentang tradisi feodal yang menindas apalagi kesewenang-wenangan yang dilakukan, karena rakyat itu kedudukannya sama dan setara dalam hak.

Intimidasi dan Kekerasan tidak hanya terjadi kepada perempuan saja, masyarakat umum pun rentan mendapat perlakuan seperti itu.

“Seperti penindasan buruh, konflik agraria terhadap petani, mahasiswa, maupun aktivis sosial juga rentan mendapat intimidasi yang diakibatkan karena kepentingan modal dan sistem feodal yang masih tertanam membuat perilaku sewenang-wenang terhadap orang lain,” ujarnya saat diwawanacara Suluh Perempuan, Rabu (21/04/2021).

Lanjut Desta, bahwasanya untuk mengikis hal tersebut dibutuhkan kesadaran dan edukasi secara terbuka mengenai persamaan hak dilingkup sosial maupun hukum, bertoleransi, dan paling penting sikap gotong royong harus selalu dijaga, supaya tidak ada lagi kesenjangan antar masyarakat.

“Semoga dengan peringatan Hari Kartini dapat membawa perubahan yang lebih baik dengan meningkatkan kesadaran sebagai makhluk sosial yang seyogyanya menjunjung keadilan dan persamaan hak,” tegasnya.

Maka dari itu, intimidasi dan diskriminasi terhadap perempuan harus dikikis dan anggapan perempuan kelas dua dan lemah itu salah.

Seperti yang dikatakan Kartini untuk menjunjung emansipasi wanita, ia sangat menentang perempuan dianggap lemah, pernikahan paksa untuk perempuan, poligami bagi perempuan Jawa kelas atas, dan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan.

Maka dari itu, refleksi hari kartini harus menjadi gambaran bahwa perempuan di era sekarang harus berfikir maju dan dapat mensejahterakan peradaban yang ada.

Desta mengatakan bahwa banyak tokoh-tokoh perempuan yang ada di Indonesia menjadi role model seperti RA Kartini, Cut Nyak Dien, Ratu Sinuhun , dan tokoh perempuan lainnya.

“Setiap perempuan itu hebat karena sebagai pendorong pendobrak di segala bidang, dari bidang ekonomi, sosial, maupun budaya untuk terciptanya peradaban masyaraakat yang lebih maju. Selamat Hari Kartini 2021 untuk seluruh Perempuan di Indonesia,” tutupnya.

Humaira

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai