19 Juni 2024

Refleksi Peringatan Hari Ibu

0Shares

Memperingati hari ibu tahun ini, beberapa pertanyaan terasa menggelitik. Tentang Hari Ibu atau Mother’s Day dan tentang siapa yang disebut ibu.

Seperti sudah banyak diketahui, hari ibu di Indonesia berbeda dengan perayaan Mother’s Day. Hari ibu di Indonesia dirayakan tiap 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sementara Hari Ibu atau Mother’s Day di Amerika dan lebih dari 75 negara, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong dirayakan pada Minggu pekan kedua Mei.

Selain itu, Hari Ibu di Indonesia memiliki makna sejarah yang berbeda, dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Hari ibu terkait erat dengan perempuan dan ditujukan untuk perempuan.

Siapa Ibu dan Siapa Perempuan?

Pertanyaan tentang Who is mother atau lebih mendasar lagi, who is women? Dengan perkembangan pengetahuan mengenai gender, menarik untuk menilik definisi Mother atau ibu dan women dalam beberapa kamus.

Misalnya dalam kamus Oxford, Mother (noun) berarti ‘The female parent of a human being; a woman in relation to a child or children to whom she has given birth; (also, in extended use) a woman who undertakes the responsibilities of a parent towards a child, esp. a stepmother. Dalam bentuk kata kerja dapat ditulis sebagai mother (verb) mothering.

Sedangkan dalam kamus Merriem-Webster, mother 1 of 4 noun (1) moth·​er ˈmə-hər 1.a: a female parent She’s the mother of three small children. b (1): a woman in authority specifically: the superior of a religious community of women. (2): an old or elderly woman. 2: SOURCE, ORIGIN necessity is the mother of invention. 3: maternal tenderness or affection. all my mother came into mine eyes and gave me up to tears —William Shakespeare. 4. [short for motherfucker] sometimes vulgar : MOTHERFUCKER. 5: something that is an extreme or ultimate example of its kind especially in terms of scale. the mother of all construction projects the mother of all ocean liners

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ibu (n/kata benda) didefinisikankan sebagai: 1. wanita yang telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi –; 2. sebutan untuk wanita yang sudah bersuami; 3. panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4. bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari; 5. yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;

Cambridge dictionary mengartikan mother sebagai A female parent. 1. to treat a person with great kindness and love and to try to protect them from anything dangerous or difficult. 2. the largest or most extreme example of something:.

Namun Cambridge membuat kemajuan dalam mendefinisikan perempuan sebagai an adult female human being: an adult who lives and identifies as female though they may have been said to have a different sex at birth:

Di dalam KBBI kata perempuan didefinisikan sebagai berikut: perempuan/pe-rem-pu-an/ (1) n orang (manusia) yg mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita (2) n istri; bini; dan (3) n betina (khusus untuk hewan).

Panggilan ibu menurut definisi tersebut, bahkan juga dalam KBBI, dapat dilekatkan pada perempuan yang sudah memiliki pasangan (suami) baik memiliki anak maupun tidak, orang yang dituakan, dihormati dan juga pemimpin dari sebuah komunitas. Merujuk pada definisi tersebut, ada beberapa transpuan yang menjadi layak menyandang predikat ibu, bunda, mami atau emak.

Selama ini definisi dan peran perempuan telah menempatkan perempuan dalam stereotype yang berlaku selama berabad dan melegitimasi perlakuan diskriminatif serta kekerasan. Ibu dikaitkan dengan peran biologis melahirkan serta lingkup kerja domestik. Perlakuan diskriminatif tersebut merambah hingga ke berbagai sektor dan dunia kerja.

Bagaimana Penyebutan Ibu bagi Transpuan?

Bagi perempuan yang telah memiliki pasangan, bersuami, dalam lembaga perkawinan, baik memiliki anak maupun tidak, dapat dipanggil dengan sebutan ibu. Sementara bagi transpuan, apabila memiliki pasangan, tidak serta merta disebut ibu. Belum ada lembaga perkawinan yang melegalkan status suami bagi seorang transpuan.

Penyebutan ibu atau bunda pada transpuan bisa saja merupakan bentuk penghormatan karena usianya yang lebih tua dan kedudukannya. Sehingga peringatan hari ibu juga berlaku bagi semua yang berani mengarungi kehidupan sebagai perempuan. Beberapa transpuan dipanggil dengan sebutan ibu atau bunda walaupun tidak bersuami.

Pada peringatan Hari Anti Homophobia, Biphobia, Intersexphobia, Transphobia, dan LGBTIQ, UN Women mengeluarkan pernyataan dukungan sebagai berikut: Stands with you to promote your rights, and celebrates your diversity, courage and resilience. UN Women stands in solidarity with all people of diverse sexual orientations, gender identities, gender expressions and sex characteristics (SOGIESC). We recognize that LGBTIQ+ rights depend on autonomous decision-making over matters of one’s body and health. In many contexts these rights remain out of reach.

Di Indonesia, pernyataan dukungan masih belum diberikan secara terbuka. Perayaan Hari Ibu masih mengacu pada definisi mengenai perempuan dan ibu dalam KBBI dan norma yang berlaku di masyarakat. Dalam peringatan ke-94 Tahun 2022, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencanangkan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.

Menjadi perempuan dan berdaya di tengah stereotip, perlakuan diskriminatif dan kekerasan, bagi perempuan bukan hal mudah. Terlebih bagi transpuan, menjalani kehidupannya dengan identitas ganda di mata masyarakat sudah sedemikian sulitnya. Apalagi mengupayakan kehidupan yang lebih layak. Seperti mendapat pekerjaan dan fasilitas kesehatan yang memadai. Kita tidak dapat menutup mata atas keberadaan dan peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat.

The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW), diadopsi pada tahun 1979 oleh Majelis Umum PBB, sering digambarkan sebagai undang-undang internasional tentang hak-hak perempuan. Terdiri dari pembukaan dan 30 pasal, undang-undang ini mendefinisikan apa yang dimaksud dengan diskriminasi terhadap perempuan dan menyusun agenda aksi nasional untuk mengakhiri diskriminasi tersebut.

Konvensi tersebut mendefinisikan diskriminasi terhadap perempuan sebagai “…any distinction, exclusion or restriction made on the basis of sex which has the effect or purpose of impairing or nullifying the recognition, enjoyment or exercise by women, irrespective of their marital status, on a basis of equality of men and women, of human rights and fundamental freedoms in the political, economic, social, cultural, civil or any other field.”

Mengingat bahwa peringatan hari ibu tidak terlepas dari Kongres Perempuan, setiap tahun peringatan tersebut menjadi refleksi peran dan kondisi perempuan. Perempuan berdaya juga semestinya menyertakan peran perempuan dalam berbagai sektor. Peran yang tidak dibatasi hanya pada mereka yang memiliki privilege dalam ekonomi, politik, sosial dan budaya. Tetapi juga pada banyak perempuan yang tidak tersebutkan dan tidak memiliki privilege tersebut.

Misalnya para perempuan yang bekerja sebagai buruh, pekerja rumah tangga, pedagang kecil, pengrajin, penari, penyanyi dan lain-lain dengan penghasilan rendah. Jumlah mereka cukup banyak. Bagi mereka, perayaan hari ibu tidak memiliki makna khusus selain sebagai salah satu hari dalam setahun.

Sebutan ibu juga berlaku bagi perempuan usia anak yang dinikahkan pada usia dini. Komnas Perempuan mencatat, sepanjang tahun 2021, ada 59.709 kasus pernikahan dini yang diberikan dispensasi oleh pengadilan. Komnas Perempuan mengungkapkan kasus dispensasi pernikahan dikabulkan oleh Pengadilan Agama sepanjang 2021.

Berbagai alasan menjadi penjadi penyebab terjadi pemaksaan perkawinan, antara lain: dalih membayar jeratan hutang, membalas kebaikan, menutup aib (misalnya karena sudah hamil), mengurangi beban keluarga, pewarisan perbudakan, hadiah kepada pemenang perang dan penyelesaian kasus-kasus perkosaan (Komnas Perempuan: 2022).

Sesuai dengan definisi, perempuan yang sudah menikah, tidak pandang usia berapa, masuk dalam katagori ibu. Dalam peringatan tahun ini, dalam usia dini, mereka juga turut menerima ucapan selamat hari ibu.

Kita berharap bahwa Peringatan Hari Ibu tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang melibatkan perempuan dari berbagai sektor. Semoga kelak kita bisa memperbaharui definisi perempuan dan ibu serta pengaturan tindak diskriminatif. Sehingga peringatan hari ibu berlaku untuk semua yang berani menyatakan diri dan mengarungi kehidupan sebagai perempuan. Selamat hari ibu dan selamat hari pergerakan perempuan!

Penulis: Ernawati

Editor: Humaira

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai