25 Februari 2024

Gempa, Rumah Kayu dan Resiliensinya

0Shares

Pembangunan rumah contoh tahan gempa untuk daerah bencana dengan sistem pre-pabrikasi

Yang dimaksud dengan rumah tahan gempa adalah rumah yang relatif dapat bertahan dari dashyatnya guncangan gempa atau paling tidak dapat memberikan kesempatan kepada penghuninya untuk menyelamatkan diri sebelum bangunan runtuh.

Tujuan dari pembangunan rumah tahan gempa pre-pabrikasi IPB ini adalah membuat rumah tahan gempa yang knock down dan cukup kokoh sehingga secara optimal dapat memenuhi seluruh persyaratan bangunan perumahan serta didesain untuk pre-pabrikasi.

Selain itu rumah ini dapat dijadikan alternatif pilihan dari banyak rumah tahan gempa lain yang sejenis.

Rumah contoh ini terletak di Fakultas Kehutanan IPB dengan luasan sekitar 21 m2. Bahan bangunan utama yang digunakan adalah kayu mangium (Acacia mangium), dengan pondasi coran beton umpak setinggi 50 cm.

Desain dinding model stress skin komponen. Komponen kuda-kuda didesain menggunakan papan paku yang dapat dibongkar dan dipasang dengan cepat.

Kelebihan yang diusung dari rumah tahan gempa yang dibangun adalah rumah dengan sistem pre-pabrikasi yang knock down, model dinding diagfragma dengan stress skin komponen yang memiliki kelenturan tinggi, serta dimanfaatkannya kayu cepat tumbuh. (https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7313)

Resiliensi tektonika Sopo Batak Toba terhadap gempa bumi : objek studi Sopo Nagari Sihotang

Sopo adalah rumah lumbung dalam arsitektur tradisional Batak Toba. Sopo penting bagi masyarakat Batak Toba karena berfungsi sebagai tempat menyimpan padi yang merupakan sumber kehidupan.

Saat ini sopo lebih sulit untuk ditemukan dibandingkan ruma. Sebagian besar sopo sudah berubah bentuk menjadi rumah Batak Toba dan berfungsi sebagai rumah tinggal. Sopo berada di Danau Toba, Sumatra Utara yang merupakan daerah rawan gempa bumi.

Sopo Nagari Sihotang dibangun tahun 1920-an dan sudah mengalami banyak gempa bumi, saat ini sopo masih berdiri tanpa mengalami kerusakan struktur.

Ketahanan sopo ini selama bertahun-tahun membuktikan bahwa sopo resiliensi terhadap gempa bumi. Dari bukti resiliensi terhadap gempa bumi tersebut, tektonika pada sopo ini menarik untuk diteliti.

Tujuan penelitian untuk memahami tektonika Sopo Nagari Sihotang yang resiliensi terhadap gempa bumi dan menemukan kearifan lokal (local genuine) dalam menghadapi bencana gempa bumi.

Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan cara mendeskripsikan keadaan eksisting Sopo Nagari Sihotang dan membandingkannya dengan teori tektonika dan struktur tahan gempa.

Data sopo dikumpulkan dengan cara observasi lapangan dan studi pustaka. Data dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu konstruksi, detail, ruang, dan ornamen yang menjadi poin pembahasan tektonika.

Analisis tektonika dikaitkan dengan teori struktur tahan gempa untuk mencari tahu apa yang membuat tektonika sopo resiliensi terhadap gempa bumi.

Hasilnya adalah resiliensi tektonika Sopo Nagari Sihotang terhadap gempa bumi ditemukan pada tektonika konstruksi dalam penggunaan material; tektonika detail pada elemen struktur vertikal dan elemen struktur horizontal; dan tektonika ruang pada ketinggian ruang-aktivitas, bentuk ruang-bentuk bangunan, bentuk ruang-susunan struktur, dan bentuk ruang-susunan struktur. Resiliensi tektonika Sopo Nagari Sihotang terhadap gempa bumi tidak ditemukan pada tektonika konstruksi dalam pembebanan sopo dan tektonika ornamen.

Temuan kearifan lokal yang merupakan faktor utama membuat sopo resiliensi terhadap gempa bumi ada pada, tektonika detail tiang sopo-batu ojahan dapat mempertahankan sopo dengan mengandalkan gaya gesek yang dihasilkan dari berat sendiri sopo; tektonika detail sambungan tiang sopo-ransang dapat mengikat antar tiang sopo; penggunaan material kayu yang ringan sehingga mengurangi gaya inersia. (https://repository.unpar.ac.id/handle/123456789/8714)

Rumah Kayu

Material yang aman dan tahan guncangan gempa bumi adalah kayu. Kayu dianggap sebagai material bangunan alami yang tahan gempa bukan tanpa alasan, Hal itu karena sifat-sifat kayu yang lebih unggul jika dibandingkan dengan beton.

Material kayu yang ringan dan sifat kayu yang lebih lentur ketimbang beton membuat kayu lebih tahan terhadap pergerakan seperti contohnya gempa bumi. Sementara beton sifatnya kaku.

Rumah tradisional atau rumah panggung umumnya terbuat dari kayu. Struktur rumah panggung sendiri sangat tahan gempa karena memiliki kolong di bawah lantai yang menciptakan ruang untuk melepas energi getaran dari dalam tanah.

Hal tersebut membuat rumah terlindungi karena hanya sebagian kecil yang merambat ke bagian rumah.

Rumah yang dibangun langsung menempel ke tanah tanpa panggung akan menerima energi langsung dari gempa sehingga lebih berisiko dibandingkan rumah panggung.

Energi getaran gempa akan langsung merambat melalui fondasi hingga ke atap bangunan. Hal itu menjawab pertanyaan mengapa rumah panggung tahan gempa.

Rumah Tradisional Tahan Gempa

Dan bukankah kita juga sudah rasakan akibat dari betonisasi pada segala hal yang lebih banyak memberi nilai kurang ketimbang nilai lebih? Perumahan-perumahan yang mengakibatkan drainase bermasalah dan mengakibatkan banjir, betonisasi jalan yang mengakibatkan banjir menjadi lebih sulit untuk ditangani.

Terlepas dari banyaknya sampah yang merusak ekosistem kita, industri-industri ekstraktivis, penggundulan hutan, maraknya perkebunan sawit yang mengakibatkan defisit air pada rumah tangga di sekitarnya dan banyak faktor lainnya akibat keserakahan manusia dalam wujud komprador-komprador kapitalis egois nan serakah.

Terlebih, penulis ingat apa yang disampaikan seorang dosen ketika masih di almamater IPB “Melestarikan kayu adalah dengan memperbanyak penggunaannya”

Beliau maksudkan bahwa dengan ketergantungan kita akan kayu maka kayu akan lebih banyak ditanami, HTI kayu akan lebih banyak lagi. Dari sana saja kita dapat tahu bahwa keuntungan yang melestarikan adalah mungkin jika kita mau.

Jangan sampai kita menjadi manusia malah menjadi hama yang merusak saja bagi planet bumi ini.

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai