24 Juni 2024

Media sebagai Agen Perubahan

0Shares

Media massa berperan penting dalam membentuk opini publik dan berpotensi berkontribusi dalam perjuangan melawan diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia. Dengan menyediakan platform agar suara-suara yang terpinggirkan dapat didengar dan mendorong keterwakilan perempuan yang positif, media dapat membantu melawan stereotip yang merugikan dan mendorong kesetaraan gender.

Kekuatan media dalam membentuk opini publik dapat dimanfaatkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua orang. Terdapat kampanye media yang sukses di Indonesia yang memerangi diskriminasi terhadap perempuan. Misalnya saja kampanye #NyalaUntukNegeri yang diluncurkan pada tahun 2017 untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Kampanye tersebut mencakup serangkaian video dan postingan media sosial yang menyoroti pencapaian perempuan di berbagai bidang, menantang anggapan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Kampanye semacam ini menunjukkan potensi media sebagai agen perubahan dalam mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Berjuang Untuk Setara, Mengatasi Diskriminasi dan Tantangan yang Dihadapi Perempuan

Tantangan Media

Namun, masih terdapat tantangan dalam memanfaatkan media sebagai agen perubahan hak-hak perempuan di Indonesia. Stereotip dan bias gender masih lazim dalam konten media, sehingga melanggengkan sikap merugikan terhadap perempuan.

Selain itu, kepemilikan dan regulasi media juga dapat menimbulkan tantangan dalam mempromosikan kesetaraan gender di media. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, media sosial dan aktivisme digital telah menjadi alat yang ampuh bagi perempuan untuk menyuarakan keprihatinan mereka dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Dengan mengenali tantangan-tantangan ini dan memanfaatkan media secara strategis dan disengaja, kita dapat memanfaatkan kekuatan media untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua orang.

Baca Juga: Pentingnya Kesetaraan Gender, pada Film The Stoning of Soraya M

Kesimpulannya, media mempunyai peran penting dalam memerangi diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia. Melalui kekuatannya dalam membentuk opini publik, kampanye media telah berhasil menantang praktik dan sikap diskriminatif terhadap perempuan. Namun, masih terdapat tantangan dalam memanfaatkan media sebagai agen perubahan hak-hak perempuan.

Tantangan-tantangan ini mencakup kebutuhan akan keterwakilan yang lebih beragam di media, mengatasi masalah kepemilikan media, dan memastikan bahwa kampanye media bersifat inklusif dan bersifat interseksion. Potensi media untuk membawa perubahan positif bagi perempuan di Indonesia tidak dapat disangkal, dan penting bagi kita untuk terus memanfaatkan kekuatan ini untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil.

Baca Juga: Mendobrak Stigma: Perjalanan Perempuan Menghadapi Ketidaksetaraan Gender

Saviske Talangamin

*Referensi dari berbagai sumber

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai