25 Juli 2024

Masa Depan Penelitian Antartika : Sebuah Renungan dan Inspirasi  Bagi Masa Depan Perempuan dan Anak Muda

0Shares

Minggu 16 Juni 2024 Global Thinkers Institute (GTI) mengadakan sebuah diskusi online dengan tema “Masa Depan Penelitian Antartika”. Diskusi tersebut menghadirkan 3 narasumber yakni Gerry Utama yang merupakan menjadi peneliti termuda dalam ekspedisi yang dilakukan di Antartika bersama dengan Arctic Antartica Research Institution (AARI) yang merupakan Institusi penelitian di Antartika milik Federasi Rusia. Pembicara yang lain adalah Nikita Kuklin Ph.D yang mana merupakan akademisi dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO singkatan Bahasa Rusia), Nikita Kuklin merupakan bagian dari Pusat penelitian ASEAN di Institusi tersebut. Dan pembicara ketiga merupakan Muhammad Ma’ruf  Ph.D yang mana merupakan direktur dari GTI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia Roman Romanov yang juga memberikan opening speech. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Ayu Wulandaru, dan MC dari acara tersebut merupakan Zelfa Lola Mareta sebagai salah satu penerima beasiswa St. Petersburg tahun 2014-2017.

Diskusi tersebut dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan pegiat organisasi. Tujuan dari diadakannya diskusi tersebut adalah memberikan pengetahuan tentang kondisi Antartika dan memberikan inspirasi agar kedepannya banyak peneliti Antartika dari Indonesia. Dalam sesi opening speech Roman Romanov menuturkan bahwa pemerintah Rusia sangat mendukung keterlibatan peneliti-peneliti muda Indonesia lainnya  dalam isu-isu internasional, dukungan tersebut ditunjukkan dengan diciptakannya program beasiswa dari Pemerintah Rusia, di tahun ini beasiswa tersebut diberikan kepada 260 mahasiswa Indonesia.

Gerry Utama menjadi pembicara utama dalam diskusi tersebut, pria kelahiran Palembang 27 Juni 1993 layak untuk menjadi inspirasi bagi semua generasi muda Indonesia. Dalam sejarah Indonesia telah melakukan ekspedisi gabungan dengan negara lain selama tiga kali yang pertama dilakukan bersama kapal dari Australia, yang kedua dilakukan dengan Jepang, dan yang ketiga yang mana Gerry terlibat di tahun 2024 bersama dengan kapal Russia. Hal tersebut merupakan capaian, oleh karena Gerry bendera merah putih berkibar dengan gagah di depan salah satu stasiun penelitian AARI di Antartika. Gerry menuturkan bahwa apabila Antartika itu mencair Indonesia merupakan negara pertama yang terancam tenggelam dari pada negara lain di benua Eropa ataupun Afrika. Hal tersebut Gerry tuturkan karena letak Indonesia yang dekat dengan Antartika daripada kedua benua lainnya. Untuk itu Gerry mendorong agar isu Antartika ini menjadi perhatian bagi pemerintah Indonesia, Gerry bahkan berharap kedepannya agar Indonesia memiliki stasiun penelitian sendiri di Antartika.

Sementara itu Nikita Kuklin dalam diskusi tersebut memberikan perspektif Hubungan Internasional dalam isu Antartika. Hal tersebut penting karena Antartika bagaimanapun juga menyimpan banyak kepentingan negara-negara salah satunya berkaitan dengan resiko perubahan iklim. Nikita Kuklin juga menekankan bahwa negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia dapat melakukan kerja sama dalam bidang teknologi, pendidikan, atau melakukan konsosrsium untuk mempersiapkan diri dari resiko perubahan iklim. Kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan negara yang memiliki kapabilitas teknologi seperti Rusia, dan memiliki badan khusus yang fokus dengan isu Arktik dan Antartika AARI.

Selain itu  Muhammad Ma’ruf juga menuturkan bahwa sangat penting untuk mempertahankan posisi tanpa kepemilikan di Antartika. Hal tersebut telah diatur dalam Antartic Treaty, yang mana tujuannya adalah menjaga perdamaian dalam Antartika jadi benua tersebut memang diperuntukan hanya sebagai eksplorasi penelitian, Ma’ruf juga menjuluki Antartika sebagai Land of Peace. Sebagai direktur dari GTI dan inisiator dari terselenggaranya diskusi tersebut Ma’ruf mengharapkan kerja sama antara Indonesia dengan Rusia khususnya di bidang pendidikan makin terjalin erat, harapannya adalah di masa depan tercipta global thinkers lainnya dari Indonesia.

Masa Depan Antartika dalam Kacamata Feminisme

Pentingnya melihat perspektif Perempuan terhadap isu iklim dan masa depan antartika yang saling berkelindan. Banyak Perempuan juga berperan aktif dalam dunia akademik dan penelitian ilmiah. Pemberian platform kepada perempuan dalam diskusi seperti ini dapat mendorong partisipasi dan kontribusi perempuan dalam penelitian ilmiah, termasuk penelitian di Antartika. Jika dilihat, Diskusi ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional, termasuk kerjasama dengan negara-negara yang memiliki kapabilitas teknologi tinggi seperti Rusia. Dalam konteks feminisme, kolaborasi ini dapat mencakup peningkatan kesetaraan gender dalam kesempatan pendidikan dan penelitian. Program beasiswa yang disebutkan dalam diskusi, yang diberikan kepada 260 mahasiswa Indonesia oleh Pemerintah Rusia, dapat diarahkan untuk mendukung lebih banyak perempuan dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Gerry, menyoroti bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang paling terancam oleh pencairan es di Antartika. Perubahan iklim seringkali memiliki dampak yang tidak proporsional terhadap perempuan, terutama di negara berkembang. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan dapat membantu mengembangkan kebijakan yang sensitif gender dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Pun, Muhammad Ma’ruf menekankan pentingnya mempertahankan posisi tanpa kepemilikan di Antartika, yang diatur oleh Antartic Treaty. Ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang inklusif dan adil dalam eksplorasi ilmiah, yang juga harus mempertimbangkan representasi perempuan dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan Keputusan, menawarkan manfaat signifikan bagi isu feminisme dengan menyoroti peran penting perempuan dalam ilmu pengetahuan, memberikan inspirasi bagi generasi muda perempuan, dan mendorong kesetaraan gender dalam penelitian ilmiah dan kolaborasi internasional.

Karawang, Juni 2024

Ayu Wulandaru

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai