Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November, diperingati untuk dua momen penting yakni Deklarasi Hak Anak (1959), dan Konvensi Hak Anak (1989).
Hari Anak Sedunia sendiri ditetapkan pada tahun 1954, penetapan tersebut dalam upaya untuk mempromosikan kesejahteraan dan memperjuangkan hak anak tanpa diskriminasi. Peringatan ini sekaligus juga menjadi seruan untuk bertindak dalam pemenuhan hak anak.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan momentum ini menjadi pengingat akan tantangan besar yang dihadapi anak kelak di masa depan.
“Di Hari Anak Sedunia ini, mari kita dengarkan anak-anak. Dan mari kita perkuat suara mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa Konvensi Hak Anak adalah perjanjian yang paling banyak diratifikasi sepanjang sejarah. Ditandatangani 36 tahun yang lalu, perjanjian ini menegaskan sebuah kebenaran sederhana: “Ketika kita melindungi anggota termuda dari keluarga manusia, kita membangun dunia yang lebih baik,” kata Guterres.
“Namun saat ini, hak-hak anak sedang diserang. Kemiskinan dan keadaan darurat merampas pendidikan. Kekacauan iklim membahayakan masa depan,” lanjutnya.
Guterres menambahkan, bahwa bahaya baru mengintai di dunia daring. Juga terlalu banyak anak yang sudah memikul beban yang jauh melampaui usia mereka, mencari nafkah atau mengasuh saudara kandung. Juga kelaparan dan perang telah merampas hak paling mendasar bagi ribuan orang.
Setiap anak memiliki kondisi yang unik, namun, setiap anak memiliki hak yang sama, terlepas dari siapa mereka atau di mana mereka tinggal
Masa depan ditentukan oleh bagaimana kita merawat generasi mendatang. Kita harus bersatu untuk membangun dunia yang aman dan setara bagi setiap anak.
Sementara itu, United Nations Children’s Fund (UNICEF), badan PBB yang menangani bidang kemanusiaan untuk anak-anak dan perempuan, bekerja memberi bantuan makanan, pakaian, dan layanan kesehatan bagi anak-anak di masa krisis seperti bencana dan konflik perang.
Perayaan Hari Anak Sedunia tahun ini, UNICEF mengangkat tema “Hariku, Hakku”.

“Hari Anak Sedunia: Dengarkan anak-anak, perjuangkan hak setiap anak, setiap hari,” seru UNICEF di laman resmi mereka.
Hari Anak Sedunia adalah hari aksi global UNICEF untuk anak-anak, oleh anak-anak, yang menandai diadopsinya Konvensi Hak-Hak Anak pada tanggal 20 November. Di seluruh dunia, anak-anak bangkit dan berbicara tentang kehidupan, harapan, dan hak-hak mereka.
Sejak matahari terbit, anak-anak terbangun di dunia yang dibentuk oleh pilihan-pilihan yang tidak mereka buat. Namun, setiap anak, di mana pun, juga bangun dengan hak-hak mereka. Termasuk hak untuk dilindungi, untuk belajar, dan untuk didengarkan suaranya.(*)
(Humaira)

Terkait
Puasa Sebagai Sekolah Integritas: Fondasi Moral Pancasila bagi Demokrasi Yang Bermartabat
John Tobing dan “Darah Juang” Yang Menjadi Milik Orang Banyak
Menjernihkan Nilai Menguatkan Sikap dalam Pendampingan Kesehatan Reproduksi