19 Februari 2026

Perempuan Memanggul Dunia

“La carga de la vida doméstica" karya Jaume Plensa

0Shares

Di Barcelona, Spanyol, ada sebuah patung yang menggambarkan seorang perempuan membungkuk dengan tumpukan benda rumah tangga di punggungnya, mulai dari mesin cuci, panci, ember, sapu lantai, sikat kamar mandi, dan alat lain. Penggambaran dari patung itu begitu akrab bagi kita dan jutaan perempuan lainnya di dunia.

Patung itu berjudul “El Esfuerzo” (Usaha), juga disebut “La Carga” (Beban) karya Jaume Plensa, diciptakan sebagai penghormatan kepada para ibu, para perempuan yang sepanjang hidupnya bergelut dengan pekerjaan domestik yang selama ini tak terlihat, seolah tak pernah selesai.

‎Di kaki patung tersebut ada tiga anak kecil dalam lindungan perempuan, mereka adalah generasi pelanjut yang dirawat penuh kasih meski fisik harus terbungkuk di bawah tumpukan beban di punggung.

Patung karya Jaume Plensa di sudut lain kota di Spanyol. Foto: facebook ART & Vintage

Beragam reaksi publik atas karya ini, namun banyak yang merasa tersentuh dan reflektif. Seorang pengunjung yang melihat patung itu berkata: “Ketika aku melihat patung ini, aku merasa seperti sedang diberi cermin. Dunia tempat kita hidup sering mengagungkan protagonisme luar, tapi jarang benar-benar mengakui beban tak terlihat yang dipikul perempuan setiap hari.”

Komentar lain di media sosial menyatakan: “Ini bukan sekadar patung. Ini adalah keheningan yang berteriak, tentang kerja tak berupah, tentang cinta tak terukur, tentang dominasi peran gender yang masih berat sebelah.”

Banyak yang melihat patung itu sebagai metafora, bukan hanya untuk ibu, tetapi untuk seluruh perempuan yang melakukan kerja domestik tanpa perhitungan upah, tanpa statistik penghargaan, dan kerap tanpa tatapan yang sungguh menghargai. “Patung ini membuat saya sadar,” tulis seorang warganet, “bahwa rumah kita yang rapi, teratur dan hidup adalah karena kerja seseorang yang tak pernah kita hitung.”

Perempuan sering dipuji karena ketangguhannya, tetapi pujian itu justru sering jadi pembenaran untuk terus membebani mereka.

Patung lain dengan tema sama karya Jaume Plensa. Foto: White Eagle Spiritualist Church

Pujian dan kritik juga datang dari komunitas seni yang lebih reflektif. Seorang kritikus seni kontemporer menuliskan: “Beban dalam karya Jaume Plensa tidak hanya fisik, tetapi psikologis; ia menantang kita untuk memikirkan kembali nilai kerja domestik yang selama ini tak pernah masuk ke dalam perhitungan ekonomi.”

Seorang seniman perempuan menambahkan, “Patung ini membuat saya menangis dan menertawakan diri sendiri sekaligus; menangis karena beban nyata yang saya rasakan, dan tertawa karena ini akhirnya dilihat oleh Tuhan, oleh publik, oleh seni.”

Sementara itu, di media sosial, tagar yang muncul bersama foto-foto patung itu kerap menautkan cerita nyata dari kehidupan sehari-hari: “#BebanYangTakTerlihat,” “#KerjaTanpaUpah,” dan “#IbuMemanggulDunia.” []

Sukir Anggraeni, ditulis ulang dari artikel berjudul “Beban Kehidupan Domestik: Monumen Cinta Ibu yang Tak Pernah Runtuh‎” https://kempalan.com

0Shares