20 Mei 2026

Mengenal Vagina, dan Gairah Seksual Perempuan

0Shares

Oleh Sirli Saputri H. Abdurachman *

Vagina adalah salah satu bagian penting dari anatomi reproduksi perempuan. Secara biologis, vagina adalah saluran elastis yang menghubungkan bagian luar genital dengan serviks dan rahim. Fungsinya antara lain untuk menstruasi, hubungan seksual, dan jalan lahir menuju persalinan. Tetapi jika ditelisik lebih jauh ada bagian – bagian penting yang seyogyanya dicermati dan dipahami oleh perempuan. Kerap kali perempuan acuh mengenal sistem reproduksinya sendiri. Bermula dari vulva bagian paling luar sampai pada ovarium bagian paling dalam reproduksi.

Secara biologis dan psikologis, libido (gairah atau nafsu seksual) umumnya terjadi pada rentang usia 27 hingga 45 tahun. Tentunya ini bukan patokan mutlak, sebab untaian saraf perempuan cenderung beragam, masing – masing individu atau perempuan yang dapat mengkonfirmasi puncak gairah seksualnya.

Dr. Coandy menyatakan bahwa setiap perempuan memiliki saraf panggul yang berbeda, tapi lebih banyak bercokol di vagina, klitoris bahkan di serviks. Tapi, kebanyakan perempuan merasakan kenikmatan seksual pada klitoris. Ini menandakan perbedaan respon seksual perempuan. Hal ini seringkali tak dicermati oleh perempuan, akhirnya menyalahkan laki-laki karena tidak mendapati titik orgasmenya.

Adapun pandangan misoginis yang menganggap bahwa perempuan cerdas cenderung tingkat gairah seksualnya rendah, ketimbang perempuan yang bodoh. Tapi bagi Naomi Wolf tentunya ini adalah anggapan yang keliru, perempuan tidak mengalami orgasme serta merta pada orang yang tak dikenal atau pada sembarangan laki-laki.

Menurut pengalaman dan data yang Wolf berikan dalam buku Vagina, Kuasa dan Kesadaran. Perempuan cenderung tidak merasakan high orgasme (puncak gairah) ketika dalam kondisi lelah, stress, tertekan atau dalam keterpaksaan bahkan pada orang yang tak dikenal, maka dari itu perempuan lebih pemilih untuk berhubungan seksual, ketimbang laki – laki. Karena untuk mencapai orgasme harus dalam kondisi stabil, rileks dan berhubungan dengan orang yang memiliki koneksi emosional dengan individu perempuan.

Pengalaman berhubungan seksual dengan orang yang memiliki keterikatan emosional juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, menambah energi bahkan dapat meningkatkan kreativitas seorang perempuan. Itu sebabnya, setelah berhubungan seksual, perempuan lebih bahagia, banyak bercerita, merasa diri cantik. Bahkan lebih produktif.[]

Sirli Saputri H. Abdurachman. Dok. IST

* Suluh Perempuan Kota Ternate

0Shares