Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, makna kemerdekaan tidak hanya bicara tentang sejarah perjuangan bangsa. Bagi perempuan di tingkat akar rumput, kemerdekaan juga terasa dalam kehidupan sehari-hari: ketika perempuan bebas menyampaikan pendapat, mampu berdiri sendiri secara ekonomi, dan memiliki ruang yang sama untuk menentukan kehidupannya.
Bagi Dede Patonah, anggota Pemersatu Petani Cianjur (PPC) sekaligus pelaku UMKM ini, kemerdekaan sederhana saja maknanya. “Kemerdekaan itu berarti bebas dari tekanan, baik dari suatu bangsa atau suatu individu tertentu,” ujarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Dede merasa dirinya sudah cukup merasakan kemerdekaan sebagai seorang perempuan. Salah satunya adalah ketika ia bisa menyampaikan pendapat tanpa harus memikirkan apakah dirinya perempuan atau laki-laki.
“Di kehidupan sehari-hari saya sebagai seorang perempuan merasa sudah merdeka karena bisa bebas berpendapat tanpa memikirkan gender,” katanya.
Bagi Dede, kemerdekaan juga berkaitan erat dengan kemandirian ekonomi. Ia merasa lebih bebas ketika dapat memulai usaha sendiri dan memiliki penghasilan.
“Bisa memulai usaha sendiri dengan mandiri, artinya saya sudah bisa berpenghasilan sendiri,” lanjutnya.
Perjuangan Perempuan Belum Selesai
Meski demikian, Dede melihat masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar perempuan Indonesia benar-benar merasakan kesetaraan.
Menurutnya, perempuan masih harus memperjuangkan kesetaraan hak di dunia kerja. Persoalan kekerasan berbasis gender dan diskriminasi sosial budaya juga masih menjadi tantangan.
“Saat ini perempuan Indonesia masih harus berjuang pada kesetaraan hak di dunia kerja, penghapusan kekerasan yang berbasis gender dan penghapusan diskriminasi sosial budaya yang menghambat peran perempuan di ruang publik,” ujarnya.
Bagi Dede, perjuangan tersebut penting karena kemerdekaan perempuan bukan hanya soal kebebasan untuk berbicara. Perempuan juga perlu memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja, berusaha, beraktivitas dan mengambil peran di ruang publik tanpa dibatasi oleh pandangan bahwa perempuan memiliki posisi yang berbeda dengan laki-laki.
Kartini dan Makna Kebebasan
Ketika ditanya tentang sosok perempuan yang menginspirasinya dalam memaknai kebebasan, Dede menyebut satu nama yang sudah sangat dikenal dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia: Kartini.
“Pasti salah satu pahlawan nasional yaitu Kartini yang memperjuangkan hak perempuan yang sama dengan laki-laki sampai kita bisa sebebas seperti sekarang ini,” kata Dede.
Bagi Dede, perjuangan Kartini menjadi bagian dari perjalanan panjang hingga perempuan Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk menentukan pilihan dalam hidupnya.
Namun, perjuangan itu belum berhenti. Kemerdekaan yang sudah dirasakan saat ini tetap perlu dijaga dan diperluas agar bisa dirasakan lebih banyak perempuan.
Merdeka dari Kekerasan dan Stigma
Dede memiliki harapan sederhana tetapi penting untuk masa depan perempuan Indonesia. Ia ingin perempuan benar-benar merasakan kemerdekaan dari kekerasan dan stigma.
“Pertama, kemerdekaan dari kekerasan dan stigma,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap perempuan semakin mandiri dan maju secara ekonomi. Perempuan juga perlu mendapatkan akses pendidikan tinggi serta kesempatan masuk ke sektor-sektor masa depan.(*)
Sukir Anggraeni

Terkait
Perempuan Adat Menjaga Wilayah, Merawat Pengetahuan, dan Menyambung Perjuangan
Perempuan Adat Menjaga Kehidupan dari Hutan hingga Masa Depan Indonesia
Indra Yeni dan Ikhtiar Menghidupkan Lagu Anak di Tengah Derasnya Konten Dewasa