19 Mei 2024

Lonjakan Kasus Covid-19, Nakes kelelahan & Faskes Kolaps

0Shares

“Lonjakan kasus COVID-19 yang terus meningkat akibat ketidakseriusan negara dalam penanganan pandemik. Sejumlah fasilitas kesehatan kolaps, jumlah keterisian tempat tidur RS penuh, tenaga kesehatan kelelahan dan terinfeksi. Pasien-pasien kesulitan mengakses rumah sakit dan meninggal tanpa penanganan,” tutur Ns. Fen Budiman dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Jarnakes, pada, 3 Juli 2021.

Menurut laporan yang diterima Jarnakes, nakes yang bekerja di RSDC Wisma Atlet misalnya; dalam 1 hari ada 4-5 nakes yang terinfeksi covid-19.

Menurut Fen, rasio perawat pasien sudah melebihi batas kewajaran, yaitu: 2:70. Artinya, 2 orang nakes harus melayani 70 pasien. Sedangkan, rasio tenaga dokter dengan pasien 1:300, yang berarti 1 dokter harus melayani 300 pasien setiap harinya.

Dalam beberapa hari terakhir, Jarnakes menerima laporan kematian setiap harinya baik dari tenaga kesehatan maupun pasien. Sementara, bagi para tenaga kesehatan yang bekerja saat ini, mengalami tunggakan insentif yang berlapis-lapis sejak september 2020-Juni 2021.

“Sangat disayangkan, sampai sekarang negara terus menyisakan tunggakan insentif para nakes dari pusat hingga daerah. Sejumlah ketimpangan ini terjadi akibat pengabaian negara terhadap kesehatan publik dan hak-hak tenaga kesehatan. Dalam hal ini. negara harus membayar semua tunggakan insentif nakes sejak tahun 2020-saat ini, tanpa terkecuali.,” tegas perawat yang juga Sekjen Suluh Perempuan ini.

Atas permasalahan yang ada, Jaringan Nakes Indonesia menuntut agar negara menseriusi penanganan pandemik, dengan memberlakukan testing-tracing-treatment-isolasi.

“Negara harus menentukan kebijakan yang berlandaskan pada pendapat, hasil riset ahli dan praktisi kesehatan (seperti dokter, Epidemiolog dan tenaga kesehatan lainnya). Kebijakan pemberlakuan PPKM juga harus disinergikan dengan kebutuhan ekonomi warga negara akibat situasi pandemik (seperti pemberlakuan dapur darurat bagi warga yang isoman, sembako gratis selama masa pandemik). Selain itu, negara harus tegas menghentikan semua kerumunan publik tanpa terkecuali. Negara harus mempercepat proses vaksinasi dari pusat hingga ke daerah, dengan tanpa birokrasi yang berbelit-belit,” lanjutnya.

Terkait banyaknya nakes yang terinfeksi saat bertugas, negara seharusnya menyediakan APD, akomodasi yang memadai bagi nakes hingga shelter isolasi/RS rawatan yang gratis bagi nakes yang terinfeksi Covid-19.

Humaira

36Dimond, Nancy Sunarno dan 34 lainnya3 Kali dibagikanSukaKomentariBagikan

0

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai