Perlawanan rakyat kerap menemukan bahasanya dalam simbol-simbol sederhana. Setelah “Resistance Blue” yang sempat menggema pada 2024 sebagai tanda darurat demokrasi, kini hadir dua warna baru: Brave Pink dan Hero Green. Dua warna ini bukan sekadar tren, melainkan simbol keberanian dan harapan yang lahir dari pengalaman nyata rakyat kecil.
Dalam diskusi IG Live Suluh Perempuan pada 17 September 2025, dua narasumber, Lily Pujiati, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia, sekaligus driver ojek online, dan Siti Kalsum, Suluh Perempuan Kota Manado, berbagi perspektif tentang makna kedua warna tersebut.
Brave Pink: Keberanian Perempuan di Barisan Depan
Simbol Brave Pink lahir dari sosok Ibu Ana, seorang ibu rumah tangga yang mengenakan kerudung pink saat berdiri di barisan depan aksi di depan DPR. Baginya, warna pink bukan sekadar estetika, tapi simbol keberanian perempuan yang menolak diam di tengah ketidakadilan.
Siti Kalsum menegaskan, perempuan memiliki hak dan peran yang sama dengan laki-laki untuk bersuara. “Saya sangat bangga melihat seorang ibu rumah tangga mau menentang keputusan pemerintah yang tidak adil,” ujarnya. Brave Pink menjadi tanda bahwa suara perempuan adalah kekuatan besar dalam gerakan sosial.
Hero Green: Harapan dari Pengorbanan
Warna hijau terinspirasi dari perjuangan dan pengorbanan para driver ojek online, salah satunya Affan Kurniawan yang gugur saat aksi. Bagi Lily Pujiati, Hero Green adalah simbol penghormatan sekaligus semangat untuk memperjuangkan perlindungan pekerja transportasi.
“Solidaritas teman-teman ojol sangat tinggi. Pengorbanan ini justru menambah semangat kami memperjuangkan hak-hak pekerja,” kata Lily. Ia menekankan pentingnya lahirnya regulasi perlindungan untuk pekerja transportasi dan pekerja platform, termasuk perempuan driver yang sering mengalami diskriminasi dan tidak punya hak cuti.
Solidaritas Lintas Profesi
Gerakan Brave Pink dan Hero Green tidak hanya milik ojol atau perempuan. Dari pemakaman hingga doa bersama di Tugu Proklamasi, solidaritas lintas profesi terus terbangun. Masyarakat umum, influencer, hingga ibu rumah tangga turut terlibat.
“Kita harus terus membangun perlawanan bersama, mempersatukan lintas sektor dan elemen rakyat,” tegas Lily.
Menjaga Narasi, Menjaga Harapan
Menurut Siti Kalsum, organisasi perempuan berperan penting untuk merawat narasi-narasi perlawanan. Sebab, setiap ketidakadilan akan selalu melahirkan gerakan baru. “Brave Pink dan Hero Green harus terus hidup agar menjadi pengingat bahwa rakyat selalu punya suara,” tambahnya.
Bagi Lily, panutannya adalah orang tua dan juga refferensi para pejuang perempuan di Afrika, bagaimana perempuan disana selain berhadapan dengan diskriminasi gender tapi masih kekurangan akses air bersih. Perempuan di Afrika harus berjalan jauh untuk mendapatkan air.
Ia berharap keberanian serupa tumbuh di Indonesia, agar pekerja perempuan, termasuk driver ojol bisa mendapat hak-hak dasar seperti cuti hamil, cuti haid, dan perlindungan dari pelecehan.
Brave Pink adalah keberanian, Hero Green adalah harapan. Dua warna ini lahir dari rakyat kecil, tapi gaungnya bisa menjadi simbol perjuangan yang lebih besar. Ketika warna bertemu makna, ia bukan hanya corak, melainkan bahasa perlawanan yang mengikat solidaritas bersama.(*)
(Sukir Anggraeni)

Terkait
Layanan Kesehatan Mental Digital Jadi Kebutuhan Mendesak Kaum Muda
Imlek dan Wajah Pluralisme
Perubahan Besar Dimulai dari Hal Kecil, Semangat Survivor Menguatkan Langkah Suluh Perempuan