Pembalut dan tampon ramah lingkungan buatan India ini terbuat dari serat bambu, kapas organik, dan tepung jagung
Oleh Jasreen Mayal Khanna
Tahukah Anda bahwa ada lebih dari satu miliar pembalut yang tidak dapat terurai yang menyumbat sistem pembuangan limbah, saluran air, dan tempat pembuangan sampah di India? Bahwa pembalut dan tampon yang beredar di pasaran terdiri dari 90 persen plastik, serta diputihkan dengan klorin? Ternyata, di India, salah satu penyebab utama polusi plastik adalah pilihan produk menstruasi yang masih menggunakan produk-produk tadi.
Namun, ada revolusi diam-diam yang sedang berlangsung di kalangan perempuan terdidik di India, mereka merespons kebutuhan saat ini dengan memproduksi dan menggunakan pembalut dan tampon ramah lingkungan. Meskipun harganya lebih mahal, produk-produk ini menggunakan bahan baku alami, baik untuk kesehatan, dan jauh lebih ramah lingkungan.
Anda mungkin tidak nyaman beralih ke cangkir menstruasi atau pembalut kain dalam semalam, tetapi kita semua dapat dengan mudah mempertimbangkan untuk beralih ke merek pembalut atau tampon yang ramah lingkungan sebagai pilihan alternatif. Berikut daftarnya:
Saathi

Pendiri Saathi, Kristin Kagetsu, Tarun Bothra, Amrita Saigal, dan Grace Kane, adalah lulusan MIT,Harvard, dan Universitas Nirma, mereka ingin mengatasi masalah seperti tabu menstruasi dan akses yang buruk terhadap pembalut di pedesaan India. Mereka juga bersemangat tentang desain produk berkelanjutan, dengan Kagetsu sebelumnya meluncurkan krayon pewarna alami yang dibuat oleh pengrajin di Uttarakhand. Keempat wirausahawan ini menggabungkan keahlian mereka untuk menciptakan pembalut menggunakan serat pisang yang punya daya serap kuat, yang merupakan produk sampingan pertanian dan tidak memerlukan penggunaan lahan atau air tambahan. Perusahaan ini melakukan semua proses pengadaan dan produksi di Gujarat, dan pembalut ramah lingkungan serta dapat terurai secara alami ini tidak mengandung pemutih atau bahan kimia yang melepaskan racun ke lingkungan saat dibuang. Karena terbuat dari bahan-bahan alami, pembalut Saathi juga nyaman bagi pengguna dan tidak menyebabkan ruam atau penyakit kronis. Bahkan kemasannya terbuat dari kertas higienis daur ulang, dan mereka juga telah memperkenalkan pembalut malam hari baru yang akan segera tersedia di situs web mereka.
Carmesi

Co-founder Tanvi Johri sendiri mengalami alergi sejak pertama kali menstruasi, dan juga merasa tidak nyaman membuang pembalut menggunakan koran dan kantong plastik. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ia menemukan bahwa perusahaan pembalut tidak diwajibkan untuk mengungkapkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembalut yang didistribusikan di India. Ini menjadi titik balik baginya—ia memutuskan untuk meluncurkan Carmesi, pembalut alami dan sepenuhnya dapat terurai secara hayati yang terbuat dari tepung jagung, serat bambu, dan plastik bio yang dapat dijadikan kompos. Pembalut premium ini juga dilengkapi dengan kantong pembuangan yang sepenuhnya dapat terurai secara hayati, menjadikan menstruasi pengalaman yang bebas repot bagi perempuan sekaligus melindungi planet ini.
Heyday

“Ketika saya berhenti bekerja di Amerika Serikat dan kembali ke India, saya menyadari bahwa kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan saat menstruasi sepenuhnya dimonopoli dan kurang inovatif,” kata Deepanjali Dalmia, pendiri Heyday Care.
“Para perempuan menderita ruam, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih (ISK) saat menstruasi dan tampaknya tidak memiliki alternatif yang lebih baik dan ramah lingkungan. Saya ingin mengubah industri ini dengan produk yang tidak hanya lebih baik untuk tubuh perempuan dan bumi, tetapi juga dijual dengan harga yang cukup terjangkau,” lanjut Dalmia.
Ia menciptakan pembalut yang dapat terurai menjadi kompos dalam dua varian: Ultra Thin (sangat tipis) dan Maxi Fluff (tebal dan empuk). Keduanya memiliki tujuh lapisan inti super penyerap yang terbuat dari serat nabati seperti bambu, yang kemudian dipadukan dengan tepung jagung untuk tekstur yang sangat lembut. Setiap pembalut memiliki lapisan luar terpisah yang terbuat dari tepung jagung dan laktida bioaktif yang juga dapat terurai secara alami. Dalmia menyarankan pengguna untuk membuang pembalut HeyDay bersama sampah rumah tangga biasa, atau bahkan mengomposkannya di lubang kompos pribadi untuk hasil yang lebih cepat.
Everteen®

Everteen®, perusahaan kebersihan organ intim pertama di India, memiliki beragam produk yang terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti tampon dengan aplikator, pembalut dengan lapisan atas katun, liner celana dalam, krim penghilang bulu untuk area bikini, pembersih kebersihan feminin, tisu kebersihan intim, dan gel pengencang serta revitalisasi vagina.
Sang pendiri, Hariom Tyagi, sangat berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon mereka, itulah sebabnya produk-produk Everteen® diproduksi di unit manufaktur bersertifikat dengan praktik ramah lingkungan, kemasan terbuat dari karton, dan 75 persen tenaga kerja—termasuk pimpinan perusahaan—menggunakan transportasi umum untuk pergi ke tempat kerja.
Pembalut premium mereka dilengkapi dengan lapisan atas 100 persen katun, gel polimer yang dapat terurai secara hayati, kertas air-laid yang disterilkan, strip antibakteri ion negatif, dan lem non-toksik kelas medis.
Purganics

“Sebagian besar perempuan tidak menyadari bahwa produk-produk untuk menunjang kesehatan reproduksi yang ada di pasaran mengandung karsinogen yang diketahui (seperti dioksin) dan terbuat dari 90 persen plastik, yang tidak pernah terurai secara alami,” kata Nisha Bains, yang mendirikan Purganics untuk mengatasi dua masalah ini.
Pembalutnya dibuat dari katun organik bersertifikat GOTS dan ICEA, yaitu sertifikasi organik global yang menjamin bahwa bahan baku tersebut organik mulai dari benih hingga produk jadi. Tidak ada bahan kimia berbahaya, racun, atau pewangi yang digunakan dalam produksinya, dan Purganics menggunakan disinfektan alami untuk bahan pemutih. Bains memilih katun karena merupakan bahan yang secara alami berkelanjutan dan hipoalergenik, yang juga memiliki pH yang sesuai dengan kulit vagina yang sensitif.
Vivanion

Selain 100 persen biodegradable, pembalut Vivanion dilengkapi dengan strip anion (ion negatif) yang menekan pertumbuhan bakteri dan bau, sekaligus meningkatkan sirkulasi darah, kekebalan terhadap infeksi, dan kesehatan reproduksi. Pembalut ini diinfuskan dengan herbal obat untuk meredakan kram dan menjaga keseimbangan pH, serta dilengkapi dengan garis perlindungan bocor di kedua sisi. Pembalut ini dapat terurai secara biologis dalam waktu satu tahun, dan tersedia dalam kemasan satu siklus yang berisi empat pembalut malam dan dua panty liner untuk hari-hari dengan aliran darah yang banyak dan sedikit.
Anandi

Aakar adalah sebuah usaha sosial yang memberdayakan perempuan di pedesaan India untuk memproduksi dan mendistribusikan pembalut Anandi yang terjangkau dan 100 persen dapat terurai secara kompos di dalam komunitas mereka. Organisasi ini mendirikan unit produksi pembalut yang menyediakan mata pencaharian berkelanjutan, sekaligus menjaga standar kesehatan dan kebersihan. Namun, program ini tidak hanya sebatas produksi, melainkan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada semua pemangku kepentingan, terutama remaja putri, agar hal yang wajar seperti menstruasi tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Dengan cara ini, remaja putri di desa dan kota juga akan memiliki akses ke pembalut dan mengetahui cara menggunakannya serta membuangnya dengan cara yang ramah lingkungan. Mereka juga sedang merencanakan peluncuran pembalut yang 100 persen dapat terurai secara alami di wilayah perkotaan India.[]
Artikel dan foto-foto bersumber dari Vogue India

Terkait
May Day 2026 Menguatkan Perjuangan Buruh Perempuan
Menumbuhkan Keberpihakan, Merawat Empati, Menuju Advokasi yang Inklusif
Menjadi Diri Sendiri Lewat Kanvas