24 Juni 2024

Telah Terbit: Perempuan Itu Berlawan

12 Perempuan penulis menelanjangi patriarki. Bukan untuk menunjukan keseksiannya, tapi kebobrokan, kebohongan, kemunafikan, ketidakmampuan mengendalikan syahwat dan kekejiannya. - Dewi Nova (Artivis)
0Shares

Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKTP) 2023, Suluh Perempuan menerbitkan buku “Perempuan Itu Berlawan”

Judul: Perempuan Itu Berlawan (Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2023)

Halaman: xii+164 halaman.

Penulis: Andi Sri Wulandani, Anis Machfudoh, Bella Afina, Dhany, Fen Budiman, Jurni Piereananta, Milla Joesoef, Rere Marselina, Rini Hartono, Rubi, Septianita Azalea, dan Sandra Suryadana.

Untuk mengeliminasi semua bentuk kekerasan terhadap perempuan harus terus dilakukan. Hal itu demi membentuk kesadaran baru dalam masyarakat bahwa kekerasan apapun alasannya adalah kejahatan kemanusiaan yang bukan hanya melanggar hukum, melainkan juga menggerus harkat kemanusiaan dan itu merupakan akar ketidakadilan. Di sinilah letak penting buku ini, terutama karena mengangkat pengalaman rill perempuan. Tidak semata didasarkan pada teori dan asumsi! Buku ini menggugah kesadaran kita semua, khususnya perempuan untuk bangkit melawan!

(Musdah Mulia: Pendiri ICRP dan aktivis HAM)

Kisah-kisah dalam buku ini akan meyakinkan kita bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan semata persoalan personal, tapi struktural. Dan kemampuan untuk menghentikannya tak bisa diserahkan hanya pada individu korban, tapi pada setiap kita yang punya kesadaran untuk melawan penindasan.

(Fransisca Ria Susanti, penulis buku “Kembang-kembang Genjer”)

Dua belas perempuan penulis menelanjangi patriarki. Bukan untuk menunjukkan keseksiannya tapi kebobrokan, kebohongan, kemunafikan, ketidakmampuan mengendalikan syahwat dan kekejiannya.

(Dewi Nova, artivis)

Pemesanan: Mafruhah (081286112995)

*)Dengan membeli buku ini, kamu turut berkontribusi dalam mendanai pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan.

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai