19 April 2024

Review Buku: Feminisme untuk 99% Sebuah Manifesto

0Shares

Buku yang ditulis bersama-sama oleh Cinzia Arruza, Tithi Bhattacharya dan Nancy Fraser ini menampilkan sampul berwarna coklat, marun dan putih ini menampilkan visual kepalan tangan, bunga dan bintang berwarna merah.

Pembatas buku yang tersisipkan di sana bertuliskan “Pembebasan perempuan tidak akan pernah tercapai dalam masyarakat yang masih bertindak rasis dan imperialis.”

Buku ini bertebal 144 halaman ini terdiri atas 13 bagian termasuk pembuka dan penutup serta 11 tesis mengulas tentang feminisme untuk 99%.

Feminisme untuk 99% ini adalah perihal berdiri dan berjuang bagi dan dari mereka yang tertindas, dieksploitasi, didominasi, dan didiskriminasi. Ini merupakan perjuangan bagi seluruh umat manusia, karenanya ini diberi judul “Feminisme untuk 99%”.

Gaungan dari seorang feminist liberal yakni Sheryl Sandburg yang mengatakan:

“Akan jauh lebih baik jika setengah dari negara di seluruh dunia dan perusahaan dijalankan oleh perempuan dan setengah dari seluruh tugas rumah tangga dijalankan oleh laki-laki.”

Jelas pernyataan itu bukanlah gaungan progresif revolusioner sebagaimana kita kehendaki. Itu hanyalah peralihan dari para penindas laki-laki menjadi para penindas perempuan. Sekadar peralihan kekuasaan pemilik modal yang nantinya tetap saja akan melakukan eksploitasi, diskriminasi, pemberian kerja dan waktu kerja yang tak masuk akal, dan dengan upah yang tak masuk akal pula.

Persekutuan feminist untuk keadilan sosial untuk 99% ini pun kemudian menghasilkan gerakan massa pada Oktober 2016, lebih dari 100.000 perempuan turun ke jalan di Polandia.

Di akhir bulan yang sama, pergerakan penolakan bergaya radikal pun menular hingga ke Argentina akibat dari isu pembunuhan keji terhadap Lucia Perez (16 tahun), yang merupakan korban dari pemerkosaan oleh 3 pemuda dan berakhir dibunuh.

Buku yang diterjemahkan oleh Linda Sudiono ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin memahami feminisme secara lebih luas lagi.

Buku ini melibatkan banyak perkara kekinian seperti perumahan yang terjangkau, upah layak, dampak ekologis eksploitasi kapitalisme dalam industri ekstraktivismenya dan banyak hal lainnya.

***(MJ)

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai