21 Februari 2024

Pelecehan Terhadap Perempuan

0Shares

Pelecehan Terhadap Perempuan

Di era yang serba canggih ini, yang seharusnya manusia bisa berpikir lebih maju dan cerdas, ternyata pelecehan terhadap perempuan tidak serta merta hilang, bahkan semakin marak terjadi.

Ketika dulu kita naik transportasi umum yg notabene “jelek” dan tidak manusiawi, mungkin masih sangat mungkin pelecehan terjadi di transportasi umum. Tetapi sekarang seperti kita ketahui, transportasi umum berkembang dengan sangat baik dan sudah tidak “jelek” lagi dan cukup lebih manusiawi, ternyata masih saja banyak terjadi pelecehan seksual terhadap kaum perempuan.

Bukan Karena Pakaiannya

Dulu saya berpikir, ketika pelecehan terjadi di sana ada peran perempuan yang bisa saja dia berpakaian seksi. Sehingga menimbulkan hasrat laki-laki untuk berbuat asusila bahkan ditempat umum.

Tapi sekarang, walaupun seorang perempuan berpakaian tertutup bahkan berhijab, kerap kali perempuan itu mendapatkan pelecehan seksual di transportasi umum.

Entah siapa yangg harus kita salahkan bila ini sampai terjadi. Si pelaku kah? Atau korbankah yang tidak berani bertindak ketika mendapat perlakuan tersebut?

Perspektif Korban

Jujur, dari kacamata saya sebagai perempuan dan pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum, perasaan kita ketika mengalami hal tersebut sangat bercampur aduk.

Ada perasaan takut, malu, marah, sedih, tidak memperoleh perlakuan yang layak. Takut, karena ketika mendapat perlakuan tersebut kita takut untuk bertindak melawannya karena takut dikira hanya GR saja.

Malu, ketika kita bertindak malu akan menjadi pusat perhatian orang bahwa telah mendapatkan pelecehan seksual.

Marah, marah terhadap orang tersebut yang dengan seenaknya melakukan tindakan asusila terlebih di tempat umum.

Sedih, kenapa harus saya yang mendapatkan pelecehan seksual tersebut. Tidak memiliki harga diri dan tidak berharga sebagai seorang perempuan.

Dan sekarang yang menjadi pertanyaan saya, apakah si pelaku pelecehan tersebut berpikir waras atau tidakkah ia berpikir panjang sebelum melakukan tindakan tersebut? Apakah dia tidak punya anak perempuan? Atau saudara perempuan?

Tapi yang jelas dia memiliki seorang ibu dan terlahir dari seorang perempuan. Nah, bagaimana bila perempuan di sekitarnya dan memiliki hubungan yang dekat dengan dia juga mendapatkan pelecehan seksual?

Bila kewarasan orang tersebut masih ada, pasti dia akan berpikir ke arah sana, tapi sayangnya orang-orang yang melakukan pelecehan seksual di transportasi umum bisa kita nyatakan sudah tidak waras lagi.

Sebuah Kontemplasi

Tetapi yang jelas, ketika kita mendapatkan pelecehan seksual di manapun itu rasanya sangat-sangat tidak menyenangkan. Semua rasa negatif bercampur aduk di dalamnya.

Terkadang saya berpikir, kenapa harus saya yang sudah berpakaian tertutup untuk mendapatkan pelecehan seksual, bahkan bukan pertama kalinya saya mengalami ini.

Pesan saya untuk para pelaku pelecehan seksual, bertindaklah lebih pintar dan waras agar tidak ada perempuan yang mendapatkan kerugian dari tindakan kalian.

Dan bila itu adalah sebuah penyakit yang ada di diri kalian, segera cari solusinya agar tidak membuat anda malu dan merugikan orang lain juga.

Salam hormat saya untuk perempuan yang berani speak up atau bertindak ketika mendapatkan pelecehan di manapun itu. Perempuan wajib melawan ketika harus melawan.

***(La Viola)

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai