25 Februari 2024

Halo Juli!

Hello July Hand Lettering Phrase. Summer Greetinng card.

0Shares

Juli.

Apa yang Sobat SuPer tunggu dari bulan Juli? Keajaiban apa yang akan hadir di bulan Juli? Mungkin ulang tahun keluarga, sahabat atau orang terkasih? Atau mungkin persiapan masuk sekolah seusai libur sekola? Tetap di sekolah yang lama untuk kenaikan tingkat atau kelas, dan sekolah baru untuk jenjang yang lebih tinggi?

Pendidikan Inklusif

Tapi, tau ga Sobat SuPer, bicara tentang pendidikan tak bisa terlepas dari pendidikan inklusif. Berdasarkan pasal 10 Undang-undang No. 8 tahun 2006 tentang penyandang disabilitas, teman disabilitas berhak untuk mendapat Pendidikan yang bermutu secara inklusif dan khusus. Juga mendapatkan akomodasi yang layak sebagai peserta didik. Jadi pastikan inklusi sosial benar-benar diterapkan untuk teman disabilitas.

Teman disabilitas juga punya hak yang sama sebagai warga negara. Yuk, bantu memastikan aksesibilitas untuk teman disabiitas di sekitar kita. Jangan khawatir, teman disabilitas bisa mengerjakan sendiri kok asalkan diberi akses.

Sobat SuPer juga perlu tahu bagaimana harus bersikap terhadap teman dengan different ability ini. Tidak memandang rendah dan tidak terjebak stigma. Sesuai dengan amanat SDG’s atau pembangunan berkelanjutan. Bahwa tak seorangpun ditinggalkan. Sesuai dengan amanat itu pula, lantas bagaimana perkembangan RUU PPRT?

No One Left Behind, Katanya

Bulan ini koalisi masyarakat sipil pendukung pengesahan RUU PPRT menunggu sidang paripurna dan berharap sidang paripurna akan menyertakan RUU PPRT dalam topik pembahasan. Bola sudah di tangan DPR tinggal bagaimana DPR akan mengambil keputusan. Kita akan tetap memperjuangkan pengesahan undang-undang untuk melindungi teman-teman PRT agar mendapat kondisi kerja yang layak dan terlindung dari kekerasan.

Jika tak seorangpun ditinggalkan. Kita menunggu keadilan bagi warga Pakel yang menuntut hak atas tanahnya. Saat ini tiga orang warga Pakel masih meringkuk di tahanan dan menuntut keadilan atas tuduhan terhadap mereka.

Masih di bulan Juli juga, beberapa korban kekerasan seksual masih menunggu keadilan. Tanggal 11 Juli nanti adalah agenda pembacaan putusan bagi terdakwa kasus revenge porn di Pandeglang. Sementara di Lampung Timur kasus kekerasan seksual terhadap S sudah memperoleh keputusan atas perkaranya namun jaksa masih menimbang hasil putusan karena menilai hukuman terlalu ringan untuk tindak kekerasan seksual yang dilakukannya.

Tahukah sobat SuPer, korban IAK di Pandeglang dan korban S di Lampung Timur sampai berniat pindah sekolah karena merasa malu. Mari tunjukkan kepedulian dan dukungan agar korban kekerasan seksual tidak mendapat sanksi sosial. Para korban kekerasan seksual tidak memilih untuk menjadi korban tapi merek terpaksa harus menanggung serentet kesulitan karena menjadi korban.

Mendulang Keadilan Melalui Tagar

Termasuk pula adalah seorang anak di sebuah desa di Cianjur dan seorang ibu di Jambi. Tak seorangpun dari mereka ingin menjadi korban tapi peristiwa buruk itu tetap menimpa mereka. Simpati dan dukungan sangat korban butuhkan untuk memulihkan kondisi mental para korban. Tagar no viral no justice sempat menjadi trending di media sosial.

Tagar ini merupakan satu bentuk dukungan warganet dan pantauan atas kinerja aparat dan lembaga penegakan hukum. Warganet dapat terus memberikan informasi mengenai sebuah kejadian di suatu tempat melalui saluran khusus yang disediakan oleh lembaga-lembaga pendamping, termasuk menyebarluaskan informasi mengenai keberadaan saluran khusus ini sehingga korban dapat segera mendapat penanganan.

Pada akhirnya kita mungkin menutup Juli dengan banyak keajaiban. Terutama keajaiban Tuhan. Siapkan doa-doa untuk keluarga, sahabat dan orang-orang terkasih. God, please, do Your Magic.

Salam      

0Shares
×

Salam Sejahtera

× Hai